Oleh Iindriastuti Junisetiawati
Siapa yang tidak mengetahui kegunaan plastik dan siapa yang tidak tahu bahaya plastik bagi lingkungan. Karena sampai saat ini seluruh negara berusaha untuk mengurangi penggunaan plastik. Kita tahu bahwa plastik tidak bisa diuraikan oleh tanah dan membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun. Dari manakah plastik berasal, dari bahan apa pembuatannya?
Mengapa bensin, solar, dan alkohol dapat terbakar, sedangkan air tidak? Padahal bahan-bahan tersebut sama-sama cair. Mengapa garam dapur yang digunakan untuk memasak terasa asin, sedangkan kapur tidak? Kedua bahan itu juga merupakan garam. Sama-sama garam tetapi beda rasa.
Mengapa besi dapat berkarat, sedangkan emas atau perak tidak? Apakah itu air keras, dan kenapa disebut dengan air keras? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagian dari masalah yang akan dibahas dalam ilmu kimia, yang merupakan salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) selain fisika, biologi, geologi dan astronomi. IPA adalah ilmu yang mempelajari berbagai fenomena dan hukum alam. Sedangkan ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari susunan, komposisi, struktur, sifat-sifat dan perubahan materi, serta energi yang menyertainya.
Gambar logam berkarat
1. Materi dan Energi
Perhatikan benda-benda yang ada disekelilingmu, baik di lingkungan tempat tinggalmu atau di lingkungan sekolah. Benda tersebut bisa berwujud padat, cair maupun gas. Misalnya; manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, air, tanah, rumah, mobil, motor, pakaian, meja, kursi, tas, buku, pensil, pena, tinta, komputer, dan lain-lain. Dengan melihat semua benda-benda tersebut, kini dapat menjelaskan pengertian dari materi itu.
Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa atau volume. Besaran ruang atau volume adalah besaran yang menunjukkan besarnya ruang yang ditempati materi. Besaran massa adalah besaran yang menunjukkan jumlah materi yang menyusun suatu materi. Massa suatu materi juga menyatakan ukuran kelembaman suatu benda yang memiliki satuan gram, kilogram, ton, dan sebagainya. Pengertian massa berbeda dengan pengertian berat. Massa suatu benda tetap di segala tempat, sedangkan berat benda tergantung pada tempatnya dan dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Sebagai contoh, berat suatu benda di bulan hanya sekitar 1/6 dari berat benda di bumi, karena gaya gravitasi bulan adalah sekitar 1/6 gravitasi bumi. Massa suatu benda akan berkurang jika materi penyusun benda itu bertambah atau berkurang. Berat benda mempunyai satuan Newton, dyne, dan sebagainya.
Setiap materi mempunyai energi. Energi adalah kemampuan melakukan kerja. Energi dibedakan atas energi kinetik dan energi potensial (energi kimia). Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh materi yang bergerak. Contohnya adalah air sungai, mobil yang sedang melaju, dan angin. Sedangkan energi yang tersimpan dalam materi, misalnya energi yang tersimpan dalam minyak bumi dan batubara, disebut energi potensial. Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain, tetapi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan. Menurut Albert Einstein, materi adalah bentuk lain dari energi. Materi dapat berubah menjadi energi, dan sebaliknya energi dapat berubah menjadi materi.
2. Sifat-sifat Materi
Materi memiliki sifat ekstrinsik (ekstensif) dan sifat intrinsik (intensif). Sifat ekstrinsik adalah sifat materi yang bergantung pada jumlah zat, misalnya, massa, bentuk, panjang, volume, ukuran, suhu, dan kandungan energi. Sedangkan sifat intrinsik adalah sifat materi yang tidak bergantung pada jumlah zat, artinya zat yang sama mempunyai sifat intrinsik yang sama dalam jumlah kecil atau besar. Misalnya, rasa, bau, warna, sifat logam dan non logam, sifat asam dan sifat basa.
Sifat-sifat materi dapat juga dibedakan atas :
a. Sifat fisika
Sifat fisika adalah sifat yang dapat diamati dan yang tidak berhubungan dengan pembentukan zat baru. Contohnya, massa jenis, warna, wujud, bau, titik leleh, titik didih, kekerasan, indeks bias, daya hantar panas dan listrik, kelarutan, koefisien muai, dan kemagnetan. Sifat fisika menyangkut sifat ekstrinsik dan intrinsik.
b. Sifat kimia
Sifat kimia adalah sifat yang berhubungan dengan pembentukan zat baru. Contohnya, mudah terbakar, mudah berkarat, mudah membusuk, mudah bereaksi, beracun, bersifat asam atau basa, mudah meledak, dan korosif. Sifat kimia menyangkut sifat intrinsik.
2. Perubahan Materi
Berdasarkan pengalaman yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, berbagai materi disekitar kita selalu mengalami perubahan. Contohnya, air kalau dipanaskan akan berubah menjadi uap air dan jika didinginkan sampai suhu 0oc akan menjadi es batu, nasi jika didiamkan lama kelamaan akan menjadi basi, kayu jika dibakar akan menjadi arang. Perubahan materi dapat digolongkan atas dua golongan, yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia.
a. Perubahan fisika
Perubahan dari suatu materi yang hanya menyangkut perubahan keadaan (bentuk atau wujud) disebut perubahan fisika. Perubahan fisika tidak menyebabkan perubahan hakekat zat dari suatu materi, artinya tidak terbentuk zat baru. Karena pada keadaan awal dan akhir jenis materinya sama. Pada perubahan fisika hanya menyangkut perubahan ukuran, warna, rasa, bau dan wujud.
Contoh :
- es mencair - lampu pijar menyala
- uap air mengembun - kapur barus (naphtalena) menyublim
- lilin meleleh - kawat nikrom dibakar
- kertas dipotong-potong - mencampur gula atau garam dengan air
- beras ditumbuk menjadi tepung - memisahkan garam dari air laut
b. Perubahan kimia
Perubahan suatu materi yang menghasilkan zat baru disebut perubahan kimia. Pada perubahan kimia, hakekat zat mula-mula berbeda dengan hakekat zat baru yang dihasilkan. Zat baru adalah zat yang sifat-sifatnya berlainan dengan zat asal dan sifat tersebut tidak kembali ke sifat asalnya. Perubahan kimia selanjutnya disebut reaksi kimia. Semua reaksi kimia merupakan perubahan kimia. Pada perubahan kimia, zat baru yang terbentuk tidak dapat dikembalikan ke zat semula melalui proses fisika, tetapi dengan reaksi kimia dapat dikembalikan.
Contoh :
- kertas dibakar - elektrolisis air
- pembusukan makanan - proses fotosintesa
- besi berkarat - petasan/bom meledak
- pembuatan tape (fermentasi) - pita magnesium terbakar
- lilin terbakar - pernafasan pada manusia atau hewan
Kebanyakan reaksi-reaksi kimia dapat diketahui dari peristiwa yang sering menyertainya, yaitu adanya gelembung-gelembung gas, terbentuknya endapan, terjadi perubahan suhu, terjadi perubahan warna, terjadinya perubahan bau, dan terjadi perubahan pH.
Contoh reaksi-reaksi yang disertai perubahan-perubahan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Reaksi yang menghasilkan gelembung gas.
Larutan asam klorida (HCℓ) + logam magnesium, menghasilkan gas hydrogen.
2. Reaksi yang menghasilkan endapan.
- Larutan perak nitrat (AgNO3) + larutan garam dapur (NaCℓ), menghasilkan endapan putih.
- Air kapur + asam sulfat, menghasilkan endapan kalsium sulfat yang berwarna putih.
3. Reaksi yang disertai perubahan suhu.
- Kapur tohor + air, menghasilkan panas.
- Karbid + air, menghasilkan panas.
4. Reaksi yang disertai perubahan warna.
Larutan tembaga sulfat (CuSO4) berwarna biru muda + larutan ammonia, akan berubah warna menjadi biru tua.
5. Reaksi yang menghasilkan gelembung gas dan perubahan suhu.
Larutan natrium + air, menghasilkan gas hydrogen dan panas.
6. Reaksi yang menghasilkan endapan dan gelembung gas.
Logam magnesium + asam karbonat (H2CO3), menghasilkan endapan magnesium karbonat dan gas hydrogen.
Setiap reaksi kimia selalu disertai perubahan panas. Jika reaksi kimia terjadi dengan menyerap panas, disebut reaksi endoterm. Umumnya reaksi ini menghasilkan suhu dingin. Contohnya adalah proses fotosintesa, dimana gas karbon dioksida dengan air membentuk glukosa dan gas oksigen dengan menyerap energi sinar matahari, dan asimilasi. Jika reaksi kimia terjadi dengan melepas panas disebut reaksi eksoterm. Umumnya reaksi ini menghasilkan suhu panas. Reaksi eksoterm merupakan sumber energi dalam berbagai proses, misalnya reaksi pembakaran bensin pada kendaraan bermotor dan reaksi nuklir pada PLTN.
Perubahan kimia tidak menyebabkan perubahan massa. Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Hukum tersebut yang kemudian dikenal dengan hukum kekekalan massa yang dikemukakan oleh Antoine Laurent Lavoisier (1717 – 1794) seorang ahli kimia bangsa Perancis.
Materi di alam pada umumnya ditemukan dalam keadaan tidak murni. Materi terdiri dari zat tunggal dan campuran. Zat tunggal/zat murni yaitu zat yang penyusunnya adalah sejenis. Zat tunggal dapat berbentuk unsur dan senyawa. Semua zat tunggal bersifat homogen. Sifat homogen suatu zat adalah sifat zat yang menunjukkan bahwa tiap bagian dari zat tidak dapat dibedakan antara satu dengan yang lain, bahkan dengan mikroskop sekalipun. Sifat heterogen suatu zat adalah menunjukkan bahwa bagian-bagian dari zat tersebut nampak berlainan.
1. Unsur
Unsur adalah zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana dengan cara kimia. Unsur merupakan zat yang paling sederhana. Sampai saat ini telah dikenal 118 jenis unsur, dimana 92 unsur merupakan unsur alami dan selebihnya merupakan unsur buatan. Berdasarkan suhu dan tekanan, unsur mempunyai tiga fase, yaitu fase padat, fase cair dan fase gas. Misalnya, pada suhu 25oc dan tekanan 1 atm, besi berwujud padat, oksigen berwujud gas dan air raksa berwujud cair. Berdasarkan sifatnya, unsur dibagi menjadi logam, non logam dan semi logam (metalloid).
Tabel 2.1 Perbedaan sifat antara logam dan non logam
Logam | Non logam |
1. Mengkilap 2. Penghantar panas dan listrik 3. Dapat dibengkokkan tanpa pecah | 1. Tidak mengkilap 2. Penghantar panas dan listrik yang buruk 3. Keras tapi mudah pecah |
Contoh unsur yang termasuk logam adalah besi, tembaga, emas, perak, platina, kalsium, natrium dan lain-lain. Contoh unsur yang termasuk non logam adalah oksigen, hydrogen, nitrogen, karbon, fosfor, klor, belerang, iodin dan lain-lain. Contoh unsur yang termasuk metalloid adalah boron, arsen dan silikon.
2. Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal yang terjadi dari penggabungan dua unsur atau lebih, yang dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya yang lebih sederhana dengan proses kimia sederhana. Senyawa kimia yang sudah diketahui lebih dari lima juta jenis, baik senyawa alami maupun buatan. Contoh senyawa alami adalah air, garam dapur dan gula, sedangkan contoh senyawa buatan adalah plastik, pupuk urea, karet sintesis, nilon dan lain-lain.
Sifat unsur-unsur pembentuk senyawa sangat berbeda dengan sifat senyawa yang terjadi. Misalnya, air (H2O) dengan cara elektrolisis dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya berupa gas hydrogen yang mudah terbakar dan gas oksigen yang merupakan zat pembakar, sedangkan air berwujud cair dan tidak dapat terbakar. Senyawa akan tetap mempertahankan identitasnya selama perubahan fisika, tetapi tidak dapat terurai menjadi unsur-unsur penyusunnya melalui perubahan kimia.
Dalam senyawa, perbandingan massa unsur-unsur penyusunnya selalu tetap. Pernyataan tersebut dikenal dengan hukum perbandingan tetap oleh Joseph Louis Proust (1745 – 1826) seorang ahli kimia bangsa Perancis.
Tabel 2.2 Perbandingan massa unsur-unsur dalam beberapa senyawa
Senyawa | Unsur penyusun | Perbandingan massa |
Air Karbon dioksida Besi (II) sulfida Natrium klorida Etanol | Hydrogen dan oksigen Karbon dan oksigen Besi dan belerang Natrium dan klor Karbon, hidrogen dan oksigen | 1 : 8 3 : 8 7 : 4 1 : 1 2 : 6 : 1 |
3. Campuran
Campuran adalah zat yang penyusunnya tidak sejenis. Campuran terbentuk dari dua atau lebih zat yang masih mempunyai sifat zat asalnya. Komposisi campuran sangat berbeda dengan senyawa. Senyawa terbentuk dari beberapa unsur dengan komposisi tetap, sedangkan campuran tersusun dari beberapa zat tunggal dengan komposisi tidak tetap. Zat-zat yang bergabung dalam campuran tidak melalui reaksi kimia. Sifat suatu campuran dinyatakan sebagai berikut :
1) Tersusun dari beberapa jenis zat tunggal melalui proses fisika.
2) Sifat asal komponen penyusun campuran masih tampak.
3) Susunan komponen campuran tidak tetap atau sembarang.
4) Dapat dipisahkan melalui proses fisika.
Berdasarkan sifat fisikanya, campuran dibagi atas :
a. Campuran homogen (larutan)
Zat-zat pembentuk campuran homogen bercampur secara merata, tidak memiliki bidang batas dan mempunyai sifat sama di seluruh bagian. Contohnya adalah larutan gula yang jika dicicipi rasanya manis. Larutan terdiri dari komponen pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Komponen pelarut lebih besar daripada komponen zat terlarut dan biasanya menggunakan air.
Larutan ada yang berbentuk padat, cair dan gas. Contoh larutan yang berbentuk padat adalah logam-logam paduan seperti kuningan (campuran tembaga dan seng), perunggu (campuran tembaga dan timah), monel (campuran tembaga, nikel dan mangan), dan patri (campuran timah dan timbal). Contoh larutan yang berbentuk cairan adalah larutan gula, larutan garam, larutan alkohol dan lain-lain. Contoh larutan yang berbentuk gas adalah udara (terdiri atas 78% gas nitrogen, 20% gas oksigen dan 2% berupa argon, uap air, karbon dioksida dan gas lainnya).
Larutan terbentuk dengan mencampurkan zat terlarut ke dalam pelarut. Kecepatan terbentuknya larutan dipengaruhi beberapa faktor, yaitu suhu, pengadukan, luas permukaan (memperkecil ukuran zat terlarut) dan sifat asal zat.
Larutan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
a. Larutan jenuh adalah larutan yang partikel-partikelnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi (zat dengan konsentrasi maksimal). Larutan jenuh terjadi apabila hasil konsentrasi ion samadengan hasil kali kelarutan (Ksp).
b. Larutan tak jenuh adalah larutan yang partikel-partikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan perekasi (masih dapat melarutkan zat). Larutan tak jenuh terjadi bila hasil kali konsentrasi ion lebih kecil dari hasil kali kelarutan (Ksp).
c. Larutan sangat jenuh (kelewat jenuh) adalah larutan yang tidak dapat lagi melarutkan solute sehingga terjadi endapan. Larutan ini terjadi jika hasil kali konsentrasi ion lebih besar dari hasil kali kelarutan (Ksp).
Berdasarkan banyak sedikitnya solute, larutan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Larutan pekat adalah larutan yang mengandung lebih banyak solute daripada solvent.
b. Larutan encer adalah larutan yang mengnadung lebih sedikit solute daripada solvent.
Prinsip-prinsip kelarutan, yaitu :
a. Cair – cair
Zat cair yang memiliki struktur serupa akan saling melarutkan satu sama lain dalam segala perbandingan. Contohnya adalah air dengan alkohol.
b. Padat – cair
Hal ini disebabkan karena gaya tarik-menarik antara molekul zat padat dengan zat padat lebih besar daripada zat padat dengan zat cair. Contohnya adalah DDT (obat pembasmi serangga) mudah larut dalam minyak kelapa dan tidak mudah larut dalam air.
c. Gas – cair
Ada dua prinsip yang mempengaruhi kelarutan gas dalam cairan, yaitu :
- Makin tinggi titik cair suatu gas, makin mendekati zat cair gaya tarik antar molekulnya. Gas dengan titik cair lebih tinggi kelarutannya lebih besar.
- Pelarut terbaik suatu gas adalah pelarut yang gaya tarik antar molekulnya sangat mirip dengan yang dimiliki suatu gas.
b. Campuran heterogen
Zat-zat pembentuk campuran heterogen masih dapat dibedakan secara fisika, dan pada campuran heterogen mempunyai bidang batas. Contoh campuran heterogen adalah besi dengan belerang dan campuran minyak dengan air.
Campuran heterogen dapat dibedakan menjadi koloid dan suspensi. Pada koloid bidang batas antara komponen-komponen penyusunnya hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop ultra, komposisi komponen-komponen penyusunnya hampir sama di setiap bagian, ukuran partikel-partikel koloid sangat kecil sehingga hanya dapat dipisahkan dengan saringan khusus, komponen zat padat dengan zat cairnya dapat memisah sendiri dalam waktu lama.
Ssedangkan pada suspensi, komponen-komponen penyusunnya masih tampak jelas dan tidak sama disetiap bagian, ukuran partikel-partikelnya lebih besar dari partikel-partikel koloid sehingga masih dapat dilihat dengan mata biasa dan dapat disaring dengan saringan biasa, komponen zat padat dengan zat cairnya dapat memisah dalam waktu singkat.
3.1 Cara-cara pemisahan campuran
Campuran dapat dipisahkan menjadi komponen-komponen penyusunnya secara fisika dengan cara:
1. Penyaringan (filtrasi)
Penyaringan adalah pemisahan campuran berdasarkan atas perbedaan ukuran partikel komponen campuran. Penyaringan dapat digunakan memisahkan campuran zat padat dan zat cair dengan menggunakan alat penyaring. Hasil saringan disebut filtrat dan zat yang tertinggal disebut residu.
2. Dekantasi
Dekantasi adalah pemisahan campuran dari zat padat yang tidak larut dalam cairan. Contoh dekantasi adalah pasir dalam air dapat dipisahkan dengan cara penuangan, sehingga pasir yang tidak larut akan tertinggal.
3. Kristalisasi
Pemisahan campuran dengan cara menguapkan pelarutnya. Contoh proses kristalisasi adalah pembuatan kristal gula, krsital garam dan industri pupuk.
4. Penyulingan (distilasi)
Penyulingan adalah pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponennya. Distilasi merupakan pemisahan cairan dari suatu larutan dengan cara penguapan dan diikuti dengan proses kondensasi (pengembunan). Contoh proses distilasi adalah penyulingan minyak bumi, penyulingan larutan alkohol, penyulingan oksigen dari udara.
5. Kromatografi
Kromatografi adalah pemisahan campuran berdasarkan atas perbedaan kecepatan perembesan dari zat-zat dalam suatu medium pelarut/zat cair tertentu.
Macam-macam kromatografi, yaitu :
- Kromatografi kertas, digunakan untuk pemisahan zat warna. Bahan yang dipakai ialah kertas saring yang biasa digunakan untuk memisahkan komponen-komponen penyusun campuran.
- Kromatografi kolom, digunakan untuk mengetahui komposisi batuan/mineral.
- Kromatografi gas, digunakan untuk mengetahui komposisi minyak bumi.
6. Sublimasi
Sublimasi adalah pemisahan campuran berdasarkan adanya partikel padatan dari campuran yang dapat menyublim (berubah dari fase padat menjadi gas). Cara pemisahan campuran dengan cara sublimasi dipakai untuk memurnikan zat-zat yang dapat menyublim seperti, kapur barus, iodin dan belerang.
7. Evaporasi (penguapan)
Evaporasi adalah pemisahan padatan dari larutan dengan cara menguapkan pelarutnya yang berdasarkan pada keadaan bahwa titik didih pelarut lebih rendah dari titik didih zat padat pelarutnya. Contohnya adalah penguapan air gula, penguapan air laut.
8. Sedimentasi
Sedimentasi adalah pemisahan padatan dari suatu suspensi dengan cara mendiamkan karena adanya perbedaan berat partikel dalam suspensi. Contohnya adalah pemisahan lumpur dalam air sungai pada proses pengolahan air.
9. Ekstraksi
Ekstraksi adalah pemisahan campuran yang berbentuk padatan/cairan yang berdasarkan pada salah satu komponen campuran tersebut dapat larut ke dalam pelarut yang ditambahkan tersebut. Contohnya adalah pemisahan campuran gula dengan garam menggunakan pelarut alkohol, dimana gula larut dalam alkohol dan garam tidak larut.
10. Sentrifugasi
Sentrifugasi adalah pemisahan padatan dari suspensi dalam jumlah kecil dengan cara pemusingan yang sangat cepat karena berdasarkan gaya sentrifugal dan gaya gravitasi.














